Artikel

Guru Wajib Tahu! Urgensi Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Judul: Inovasi Kurikulum Dalam Dimensi Tahapan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam

Jurnal: JRTIE: Journal of Research and Thought of Islamic Education

Penulis: Sigit Tri Utomo, Luluk Ifadah 

Akreditasi: 

Url: https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/63143660/2._1570-4970-1-CE_19-3820200429-51438-w2xa3c-libre.pdf?1588228582=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DINOVASI_KURIKULUM_DALAM_DIMENSI_TAHAPAN.pdf&Expires=1678323252&Signature=e-Xsy9W24X5zoYrlNQZwantJ-kTuaR7oSRY8GtEjGsqVgc9OmOklFg0Q69Y-D3v2WJqi1j2xtP4pi8ZRE75wcbQB2ZKz5DDcOSfdmfModlnsp1-uxIa8OzgX~7b9gvxMdoBktFjWW~6YOlc3KJ9VBEUMbVi2yhrp1Z6netfVC6EEHq3H77OLEHUKx5fvdkbyor7PB7I6jCXtNfRmyPcARqEp5iKTXZY0GCS2RBwOlOGvTtaf6f0BQDvHnBhjOP8RbmY3Ka0yt-w9UqgMbS67Gw2pLCaO9IFrjoAYqPvMIHDJi2pydO3Fkt~EMte3lWrudwD4nGTtaoX8IJDndT66mg__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA

DESKRIPSI

Kurikulum adalah salah satu aspek penting dalam sebuah pembelajaran, Setiap satuan pendidikan harus memiliki kurikulum sebagai acuan dalam pembelajaran. Adanya kurikulum dapat ikut andil mewujudkan tujuan pendidikan baik pendidikan umum maupun pendidikan agama.  Tujuan pendidikan agama Islam adalah untuk terwujudnya insan kamil yang memiliki integritas iman, moral, dan amal, adanya kesatuan antara jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Dengan kata lain, pendidikan Agama Islam harus menyentuh tiga ranah, yaitu hati (heart) atau afektif, akal (head) atau kognitif, jasmaniyah (hand) atau psikomotorik. Ketiganya harus berjalan secara simultan, integratif dan holistik.  Dengan demikian, kurikulum yang dipandang baik untuk mencapai tujuan PAI adalah yang bersifat integrated dan komprehensif, mencakup ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan duniawi dan ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan ukhrawi kelak. (Abudinata, 1997)

Kurikulum menjadi sesuatu yang urgent dan harus ada dalam sebuah lembaga pendidikan, ketika lembaga tersebut ingin ikut ut mewujudkan tujuan pendidikan seperti yang tercantum di atas. adapun tujuan dari kurikulum dirumuskan berdasarkan perkembangan 

tuntutan, kebutuhan dan kondisi masyarakat serta didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis, terutama falsafah negara. Kurikulum sebagai salah satu komponen pendidikan sangat berperan dalam mengantarkan pada tujuan pendidikan yang diharapkan. Untuk itu kurikulum merupakan kekuatan utama yang mempengaruhi dan membentuk proses pembelajaran. Kesalahan dalam penyusunan kurikulum akan menyebabkan kegagalan suatu pendidikan dan penzaliman terhadap peserta didik. (M. Fadlilah, 2017)

Peran pendidikan adalah sebagai usaha membentuk manusia menjadi pribadi cerdas, bermoral dan bertanggung jawab. Dengan mengenyam pendidikan seseorang dapat mengembangkan segala potensi, minat dan bakatnya secara maksimal. Pendidikan agama Islam juga memiliki peran strategis dalam kehidupan seseorang yakni membiasakan perilaku terpuji serta membiasakan akhlakul karimah.

Kurikulum harus senantiasa berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, selain itu kurikulum yang dibuat juga harus mempertimbangkan aspek dari peserta didik. Bukan hanya mengejar materi atau pembelajaran, namun dapat memanusiakan manusia. Pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan akan membuat peserta didik betah untuk berlama-lama belajar.

Usaha untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang dapat melibatkan peran aktif peserta didik, membutuhkan kemampuan pendidik dalam menerapkan model pembelajaran yang sesuai dan bervariasi agar peserta didik tidak merasa bosan. Adanya keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran akan menumbuhkan motivasi yang tinggi dan pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. (Oemar Hamalik, 2003)

Menurut Nana Sudjana dalam dunia pendidikan, kurikulum merupakan istilah yang diadopsi dari tradisi  olahraga lari. Kurikulum berasal dari bahasa Perancis “ courier “ yang berarti berlari dan “curere“ yang berarti tempat berpacu. Curriculum diartikan jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dari makna yang terkandung berdasarkan rumusan masalah tersebut, kurikulum dalam pendidikan diartikan sebagai  jumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan peserta didik untuk memperoleh ijazah.10 Kurikulum dimaksudkan sebagai pedoman yang memberikan arah dan tujuan pembelajaran agar Tujuan Pendidikan Nasional dapat tercapai.

INTERPRETASI

 Ketika menginginkan sebuah kemajuan dalam elemen pendidikan setiap guru harus mampu melakukan inovasi dalam dunia pendidikan. Guru merupakan subjek sentral dalam pembelajaran. Tugasnya bukan hanya membagikan materi namun transfer pengetahuan yang ia miliki serta menjadi fasilitator bagi peserta didik. Inovasi yang dimaksud suatu perubahan yang baru menuju ke arah perbaikan, yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana (tidak secara kebetulan). 

Istilah perubahan dan pembaharuan ada perbedaan serta persamaannya. Perbedaannya, kalau pada pembaharuan ada unsur kesengajaan. Persamaannya. Yakni sama-sama memiliki unsur yang baru atau lain dari yang sebelumnya. Kata “Baru” dapat juga diartikan apa saja yang baru dipahami, diterima, atau dilaksanakan oleh si penerima inovasi, meskipun bukan baru lagi bagi orang lain. 

Namun, setiap yang baru itu belum tentu baik setiap situasi, kondisi dan tempat, sedang manajemen adalah proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Dalam urusan ini, pimpinan bertanggung jawab atas jalannya organisasi. Maka dari itu inovasi kurikulum khususnya dalam pembelajaran PAI harus dapat dilaksanakan. Hal ini supaya pembelajaran PAI yang terkesan monoton menjadi salah satu pembelajaran yang mengasyikkan dan ditunggu oleh peserta didik.

Dalam jurnal yang ditulis  Sigit Tri Utomo dan Luluk Ifada mengemukakan beberapa tahapan pengemabangan kurikulum PAI antara lain: pertama, perencanaan kurikulum. Tiga aspek yang dikembangkan dalam yaitu aspek tujuan, pengembangan aspek materi, serta tata kelola lembaga. Kedua, Implementasi kurikulum ini merupakan tahap lanjutan setelah kurikulum direncanakan. 

Menurut Curtis R. Finch & Jhon R. Cruncilton, ada empat model implementasi kurikulum yang dapat dipilih, antara lain adalah sebagai berikut: Program pendidikan berbasis individu (individual educational program),  Pembelajaran berbasis modul (modularized instruction), Pendidikan berbasis kompetensi (competency- based education),  Kewirausahaan berbasis sekolah (school-based enterprize). 

Ketiga, Evaluasi kurikulum ini adalah tahap terakhir dari proses inovasi kurikulum. Setelah kurikulum terbentuk saatnya untuk melaksanakan evaluasi mulai dari menilai, merencanakan, dan melaksanakan. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui celah dari kurikulum yang telah tersusun. Maka dari itu pada tahap ini harus jeli supaya ketika masalah telah ditemukan dapat segera diatasi.

EVALUASI

Inovasi pengembangan kurikulum harus dilaksanakan secara bertahap dan istiqomah. Pembuat kebijakan harus senantiasa menyesuaikan dengan zaman dan peserta didik. Memasukkan beberapa  materi dalam kurikulum yang relate dengan kehidupan peserta didik yang disuguhkan dengan berbagai teknologi. Terkukung pada zona nyaman tanpa adanya inovasi akan membuat kita semakin tertinggal. Maka dari itu pentingnya para elemen pendidikan khususnya pendidikan agama islam untuk melaksanakan inovasi kurikulum.

REKOMENDASI

Kemajuan sebuah pendidikan bermula dari berbagai inovasi yang ada, bukan hanya terkukung pada zona nyaman dan aman. Adanya gagasan inovasi pengembangan kurikulum PAI ini harus segera direalisasikan. Menghilangkan kesan saklek dan membosankan dalam pembelajaran PAI adalah tugas semua elemen pendidikan, khususnya yang menaungi mata pelajaran ini. Inovasi pengembangan kurikulum menjadi salah satu cara untuk menjadikan pembelajaran PAI asik, seru dan menyenangkan.

Anisa Rachma Agustina

Tinggalkan Balasan