PuisiTokoh

Harapan di Persimpangan Jalan

Ilustrasi Jalan (Pexels/@Spencer Selover)

Harapan di Persimpangan Jalan

Ada harap di persimpangan jalan

Aku Berjalan tertatih menuju persinggahan

Badan terasa begitu letih

Jemariku mulai kaku

Langkah terasa sangat 

Aku menangis

Aku merintih menahan sakit

Sejenak aku menghentikan langkah

Mengambil nafas dalam-dalam

Menyeka air mata yang bercucuran

Tuhan aku masih ingin hidup

Bisikku pada bumi

Ijinkan aku kembali menebar tawa

Akan kusembunyikan berbagai pedih dan luka

Sayatan demi sayatan 

Rasa sakit yang tak tertahan

Tuhan…

Ijinkan aku kembali bersua

Berbagi Ilmu dan melihat tawa mereka 

Aspal Terjal

Jalanku terasa begitu berat

Kakiku langkahkan

selangkah-demi selangkah

Bait-bait jalan aku hafalkan

Aku mencari sosok kedamaian

Mendapatkannya adalah sebuah keniscayaan

Lembaran jalan aku lewati dengan cucuran air mata

Berbagai jalan kutapaki

Aspal-aspal itu begitu terjal

Kedamaian yang kucari hanya fatamorgana

Di Setiap persimpangan jalan

Selalu ada rintihan tangis

Aku… aku manusia apatis

Aku tidak percaya kedamaian

Hingga pada satu waktu

Aku tenggelam dalam lelap di dalam dekapan ibu

Itu begitu damai

Kasih sayang yang begitu tulus

Aku mencari kedamaian

Sedangkan kedamaian itu ada dalam dekap ibuku sendiri

Anisa Rachma Agustina

Tinggalkan Balasan