Daerah

Kepala SDN Patemon 02 Semarang Terlibat sebagai Juri Lomba Esai Perdamaian

Kepala SDN Patemon 02 Semarang Terlibat sebagai Juri Lomba Esai Perdamaian

Semarang, Distingsi.com – Kepala Sekolah SD Negeri Patemon 02 Gunungpati, Kota Semarang, Dr. Dian Marta Wijayanti, M.Pd., mendapat kepercayaan untuk terlibat sebagai dewan juri dalam Lomba Esai Perdamaian Dunia yang menjadi bagian dari agenda Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian 2025. Kegiatan ini digelar oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah bekerja sama dengan Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Jawa Tengah.

Dalam tugas tersebut, Dian Marta Wijayanti yang sebelumnya adalah Kepala SD Negeri Gajahmungkur 03 Kota Semarang tersebut bergabung bersama Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, serta Dr. Surahmat, S.Pd., M.Hum., dosen Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Semarang. Ketiganya dipercaya menilai kualitas karya tulis peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Rangkaian Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian dilaksanakan pada 15–19 Desember 2025 dan berpusat di Puskepram Candra Bhirawa. Penugasan Dian Marta Wijayanti sebagai juri secara resmi tertuang dalam Surat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah Nomor 788/PW.11/LPMNU/SU/XII/2025, sekaligus diperkuat dengan sertifikat penugasan dewan juri lomba esai perdamaian dunia.

Lomba esai menjadi salah satu agenda inti dalam kemah tersebut. Para peserta yang merupakan Pramuka Penegak putra dan putri ditantang menyusun esai orisinal sekitar 500 kata bertema Perdamaian Global, yang ditulis langsung di lokasi kegiatan. Penilaian difokuskan pada kekuatan gagasan, ketajaman analisis, alur argumentasi, serta keterkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Sebagai koordinator lomba esai, Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi. Menurutnya, esai merupakan sarana strategis untuk melatih daya pikir kritis dan kepekaan sosial generasi muda. “Menulis esai adalah latihan membangun kesadaran global. Dari sana tumbuh empati, toleransi, dan keberanian berpihak pada nilai kemanusiaan,” ujarnya di sela kegiatan.

Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian tahun ini mengusung tema “Merawat Jagad, Mencintai Lingkungan untuk Masa Depan”. Selain lomba esai, peserta mengikuti berbagai aktivitas edukatif seperti orasi perdamaian, literasi digital, dialog tokoh, pentas seni budaya, aksi penghijauan, hingga bumbung kemanusiaan sebagai wujud solidaritas sosial. Seluruh kegiatan dirancang untuk menanamkan nilai ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah secara seimbang.

Keterlibatan Dian Marta Wijayanti dinilai memberi kontribusi penting dalam memperkuat dimensi akademik dan literasi pada kegiatan kepanduan Ma’arif NU. Dengan latar belakangnya sebagai pendidik dan pegiat literasi, ia diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan-gagasan reflektif peserta mengenai perdamaian dunia yang berpijak pada nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.

Melalui kegiatan ini, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah menegaskan komitmennya menjadikan gerakan kepramukaan sebagai ruang strategis pembentukan karakter generasi muda yang moderat, berwawasan global, dan siap berperan sebagai agen perdamaian di tengah tantangan dunia yang terus berkembang. (*)

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan