Nasional

FKPT Jateng Urun Rembuk dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

FKPT Jateng Urun Rembuk dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

Semarang, Distingsi.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah  turut berperan aktif dalam pembahasan penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak dalam Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme melalui Bendahara FKPT Jateng Siti Maemunah dan Sekretaris FKPT Jateng Rahmad Winarto. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa yang diwakili Ketua Kelompok Kerja, Widi Nugroho, S.STP. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari koordinasi bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT RI), khususnya dalam penguatan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pencegahan berbasis deteksi dini.

Sejumlah unsur strategis hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Detasemen Khusus 88 Antiteror Jawa Tengah, DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Forum Anak Jawa Tengah, serta Bendahara FKPT Jawa Tengah.

Dalam pembahasan, peserta rapat menegaskan bahwa pencegahan melalui deteksi dini terhadap anak dan remaja menjadi langkah penting untuk menjaga lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan terbebas dari pengaruh paham ekstrem berbasis kekerasan. Pemahaman terhadap persepsi anak dan pelajar di Jawa Tengah mengenai masa depan bangsa dan Negara Indonesia dinilai krusial untuk memetakan pandangan, harapan, dan tingkat kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Instrumen yang dirancang akan memanfaatkan pendekatan kuesioner, wawancara, diskusi, hingga tahap lanjutan berupa deradikalisasi untuk memetakan kondisi, pola pikir, serta tingkat pemahaman anak terhadap Ideologi Pancasila. Sasaran instrumen tidak hanya peserta didik, tetapi juga warga sekolah yang memiliki peran strategis dan berisiko tinggi dalam pembinaan karakter siswa, seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru Bimbingan Konseling, guru agama, pembina organisasi kesiswaan, serta ketua organisasi kesiswaan.

Selain itu, komponen pendukung kegiatan belajar mengajar seperti komite sekolah, ketua paguyuban orang tua, serta pengelola tempat ibadah di lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari sasaran instrumen. Bahkan, dalam pembahasan disepakati bahwa cakupan tidak hanya terbatas pada SMA/SMK dan pendidikan khusus, tetapi juga akan diperluas hingga pondok pesantren.

FKPT Jawa Tengah dalam forum tersebut memberikan sejumlah masukan strategis terkait konstruksi instrumen, aspek psikososial anak, serta pentingnya pendekatan edukatif dan preventif agar tidak menimbulkan stigma di lingkungan pendidikan.

Sebagai tindak lanjut, peserta rapat menyepakati akan dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) lanjutan guna mematangkan penyusunan instrumen asesmen deteksi dini. Instrumen tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan pada momentum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK Tahun Ajaran 2026/2027.

Melalui langkah ini, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dan FKPT diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan radikalisme dan terorisme sejak dini, sekaligus meneguhkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda Jawa Tengah.

admin
the authoradmin

Tinggalkan Balasan