Esai

Kartini Tangguh: Siswa SDN Patemon 02 Peringati Hari Kartini dengan Aksi Repelling dan Literasi Bencana

Kartini Tangguh: Siswa SDN Patemon 02 Peringati Hari Kartini dengan Aksi Repelling dan Literasi Bencana

Dr. Dian Marta Wijayanti, M.Pd.
Kepala SDN Patemon 02 Kota Semarang

SDN Patemon 02 menghadirkan nuansa berbeda dalam memperingati Hari Kartini tahun ini. Jika biasanya peringatan identik dengan perlombaan busana adat, kali ini sekolah mengusung tema ketangguhan dan kesiapsiagaan melalui aksi ekstrem yang memacu adrenalin. Bekerja sama dengan berbagai organisasi kemanusiaan, sekolah menyelenggarakan kegiatan repelling atau teknik turun dari ketinggian menggunakan tali, sebagai simbol bahwa semangat Kartini masa kini adalah tentang keberanian dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan, termasuk tantangan alam.


Kegiatan inovatif ini merupakan hasil kolaborasi apik antara pihak sekolah dengan SARDA Jawa Tengah, AMJ Rescue, Snake Rescue Semarang, dan Komunitas Gunungpati Peduli. Sinergi lintas organisasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman baru bagi para siswa, khususnya dalam membangun mentalitas yang kuat. Melalui aksi repelling, siswa diajarkan untuk menaklukkan rasa takut dan percaya pada kemampuan diri sendiri, yang merupakan nilai inti dari perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mendobrak keterbatasan.


Kepala SDN Patemon 02 Dr. Dian Marta Wijayanti, M.Pd. menjelaskan bahwa pemilihan kegiatan ini berkaitan erat dengan posisi geografis sekolah yang berada di wilayah rawan bencana sesar aktif. Peringatan Hari Kartini dijadikan momentum untuk melahirkan “Kartini-Kartini Cilik” yang sigap bencana. Sekolah ingin menanamkan pesan bahwa perempuan dan generasi muda harus memiliki keterampilan dasar penyelamatan diri agar bisa bertahan dan membantu sesama saat situasi darurat terjadi di lingkungan sekitar mereka.


Para instruktur dari SARDA Jateng, AMJ Rescue, dan Gunungpati Peduli memandu langsung jalannya aksi repelling dari pohon besar yang ada di sekolah. Dengan standar keamanan yang sangat ketat, satu per satu siswa mencoba naik ke pohon menggunakan tali dan peralatan panjat profesional. Kegiatan ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga konsentrasi dan kedisiplinan dalam mengikuti instruksi teknis. Sorak-sorai penyemangat dari rekan-rekan mereka di bawah menciptakan atmosfer penuh keberanian di halaman SDN Patemon 02.


Di sisi lain lapangan, Snake Rescue Semarang turut memberikan edukasi mengenai penanganan satwa liar yang sering muncul saat terjadi dinamika alam. Siswa diberikan pemahaman bahwa ketangguhan juga berarti memiliki pengetahuan tentang lingkungan hidup. Kemampuan mengenali bahaya dari hewan berbisa merupakan bagian dari literasi keselamatan yang sangat penting, mengingat pemukiman di wilayah Patemon masih bersinggungan erat dengan area yang menjadi habitat reptil.


Sementara itu, Komunitas Gunungpati Peduli hadir memperkuat sisi kemanusiaan dan kepedulian sosial. Mereka memberikan motivasi bahwa semangat Kartini harus diwujudkan dalam bentuk kerelawanan. Anak-anak diajarkan bahwa menjadi pribadi yang tangguh berarti siap menjadi bagian dari solusi ketika komunitasnya menghadapi kesulitan. Keterlibatan komunitas lokal ini mempertegas bahwa SDN Patemon 02 adalah sekolah yang inklusif dan terbuka terhadap kolaborasi demi keselamatan warga sekolah.


Peringatan Hari Kartini dengan pendekatan mitigasi ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua murid. Banyak yang mengapresiasi keberanian sekolah dalam melakukan inovasi kegiatan yang sangat relevan dengan kebutuhan hidup saat ini. Selain edukasi teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana pembangunan karakter yang efektif, di mana siswa belajar mengenai kerja sama tim, kepercayaan antar kawan, dan pentingnya kesiapan mental sejak usia dini.


Melalui kegiatan ini, SDN Patemon 02 ingin membuktikan bahwa literasi bencana bisa dikemas secara menarik dan tidak membosankan. Memasukkan unsur olahraga ekstrem seperti repelling membuat siswa lebih antusias untuk belajar mengenai teknik penyelamatan diri. Pengetahuan yang didapat diharapkan tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga diceritakan kembali kepada keluarga di rumah, sehingga virus kesiapsiagaan bencana ini dapat menyebar luas di Kelurahan Patemon.


Aspek psikologis menjadi target utama lainnya dalam acara ini. Sekolah ingin menghapus stigma bahwa perempuan adalah sosok yang lemah. Dengan melihat siswi-siswi berani menuruni tali dari ketinggian, sekolah ingin menanamkan pola pikir bahwa gender bukan penghalang untuk memiliki kecakapan dalam bidang penyelamatan. Inilah wujud nyata dari emansipasi di era modern, yaitu kesetaraan dalam kapasitas dan keberanian menghadapi risiko di lapangan.


Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para siswa yang telah menunjukkan keberanian luar biasa selama simulasi berlangsung. SDN Patemon 02 berharap inovasi peringatan Hari Kartini ini dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk mulai mengintegrasikan nilai-nilai ketangguhan dalam setiap perayaan hari besar nasional. Dengan semangat Kartini yang tangguh dan sigap, generasi muda Patemon kini lebih siap menyongsong masa depan dengan mentalitas juara yang pantang menyerah.

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version